Setelah sukses ditayangkan oleh  televisi nasional Metro TV pada pertengahan  bulan Maret lalu, sepeda unik dari bahan kayu karya Kyai Duchan Iskandar (alm) kemarin  Kamis 11 J. Ahir 1433 (02/05/2012) kembali memikat utusan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pusat Jakarta.  Peliputan sepeda kayu yang harganya puluhan juta itu kabarnya akan dimuat dalam majalah Gema Industri Kecil. Semuah media cetak bulanan yang berkantor di Seketariat Dirjen IKM Lantai 15 Kementrian Perindustrian RI Jl. Gatot Subroto  Kav. 52-53 Jakarta.

Sekitar pukul 15.30 Wib dua orang utusan bernama Gunawan dan Teguh  tersebut meliput sepeda kayu dan langsung datang ke tampat Drs. Fathurrohman putra dari Kyai Duchan Iskandar di Gardu Laut, Ngoro, Jombang. Mereka berdua di antar oleh Kuswatono dari P.T. Maan Ghodaqo Shiddiqi Lestari dan juga didampingi Kushartono dan Agung Pangertu Aji dari majalah Al-Kautsar. Sayangnya karena kedatangan sudah terlalu petang mereka tak sempat melihat bagaimana proses pembuatan sepeda kayu yang sebenarnya berada di Pesantren Majmaal Bahrain Shiddiqiyyah cabang Kuncung Ngoro Jombang itu.

“Wah cukup menarik,” kata Teguh saat berulang kali mengambil gambar sepeda dengan berbagai “pose” sore  itu. Saat Teguh dengan ditemani Kuswartono dan Aji dari Alkautsar asik mengambil gambar, ditempat yang lain Gunawan terus menggali sumber dari Drs. Fathurrohman.

Seperti disampaikan Fathurrohan bahwa sepeda kayu yang telah di buat sekitar 20an tahun lalu itu benar-benar menjadi barang antik. “Sekarang sudah tidak produksi tapi bahan-bahan masih banyak,” katanya. Dahulu sekitar tahun 1990an satu sepeda di jual antara Rp 6 juta sampai 12 jutaan.”Bahkan pernah ada yang menawar 20 juta,” katanya bercerita.  Ditambahkan pula bahwa sepeda kayu itu pernah di pamerkan di Malaysia, Singapura yang waktu itu juga sempat bekerjasama dengan Tomy Suharto.

Selain meliput sepeda kayu utusan Disperindag  pusat yang datang di Pesantren Majmaal Bahrain cabang Ngoro mereka juga meliput penemuan baru yakni tahu sehat. Pagi harinya mereka juga meliput Yusro Hotel, air minum Maaqoo dan berbagai produk Pesantren Majmaal Bahrain Shiddiqiyyah Pusat.*