Do’a Kautsaran tentu sudah akrab dihati warga Thoriqoh Shiddiqiyyah, tak terhitung hikmah telah dirasakan. Akan tetapi bagaimana dengan masyarakat luas, bisakah mereka juga merasakan berkah mengikuti  wirid khusus susunan Almukarrom Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah ini.  Di Kab. Gresik pertanyaan seperti itu perlu lagi dipertanyakan.

Moch. Muchmud, SH, MH warga Shiddiqiyyah  Perumahan Alam Bukit Raya, Bunder, Gresik bulan ini mengadakan tasyakuran kelahiran putranya. Cukup istimewa, hadir dalam acara itu dua Kholifah Shiddiqiyyah; Kholifah Moch. Munif dan Kholifah Dasa’ad Gustam.  Hadir juga Wakil Bupati Gresik Drs.H. Moch Qosim, M.Si, K.H Imam Hambali dari JTV Grup, masyarakat umum dan warga Shiddiqiyyah Gresik. Semunya hampir 1000 orang.

Sebelum do’a kautsaran dimulai, Kholifah Moch. Munif menyampaikan penjelasan singkat tentang apa itu kautsaran. Dikatakan, kautsaran adalah do’a yang disusun Musyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Almukarrom Kyai Moch. Muchtar Mu’thi. Terdiri dari lima komponen doa yakni sejumlah surat-surat Al Qur-an, bacaan istighfar dan sholawat, bacaan Baqiyatush Sholihat dan Asmaul Husna.

Usai berjama’ah do’a kautsaran dilaksanakan tak diduga Wakil Bupati dan da’i kondang Imam Hambali kompak mengungkapkan kekaguman. “Subhanalloh, seneng, bahagia banget. Kautsaran yang dipimpin Bapak Moch. Munif tadi ganjarannya luar biasa,” aku Drs. H. Moch. Qosim berhayat dalam sebuah sambutannya.

Senada dengan Wakil Bupati Gresik itu,  K.H. Imam Hambali pun mengurai simpati hatinya. “Saya mengikuti acara malam ini bersyukur, hati saya ayem, di luar dugaan. selama ini saya hanya sering mendengar Thoriqoh Shiddiqiyyah, tapi amalannya baru ikut ini tadi. Subhanalloh,” puji sang Kyai tanpa basa-basi.

Moch. Muchmud, SH, MH yang memang mengaku bercita-cita mengenalkan do’a kautsaran lebih luas pun merasa bersyukur, kerena dia berkeyakinan harus ada terobosan baru. “Lama kita kalau hanya kautsaran di kalangan sendiri,” tegasnya. Apalagi jika mereka tak memahami. “Kalau nggak langsung menunjukkan ini loh kautsaran, bisa dikatakan (kautsaran red) sesat. Mana yang sesat? Tidak ada karna itu sumbernya Al Qur-an semua,” papar pria yang juga menjabat Kasatlantas Pamekasan ini lantang.*