Menjadi pengusaha sukses memang tidak mudah, belum tentu bisa terwujud dalam tempo singkat. Perlu perjuangan ekstra keras dan waktu yang relatif lama demi mewujudkan title itu, apalagi untuk spesialis usaha bidang makanan. Bagaimana tidak, dimana-mana depot dan restoran berbagai kelas makin menjamur saja.
Di tengah banyaknya orang melirik peluang usaha di bidang makanan itu, Suyatmo adalah salah seorang pengusaha martabak sukses dari Purwodadi, Jawa Tengah. Bisa dibilang sukses karena hampir setiap hari dagangannya itu ludes diburu pembeli, apalagi di bulan Romadlon seperti saat ini. Ia mengaku selama bulan puasa, ia beserta para karyawan bisa membuat martabak lebih dari 100 amplek dibanding hari-hari biasa. Selain menjual martabaknya secara langsung, Suyatmo juga menerima order dari warga sekitar. Rata-rata,  pesanan itu dijadikan salah satu menu ta’jil berbuka puasa.
Sebenarnya daya tarik apa yang dimiliki buah karya Suyatmo ini sampai lapak dagangnya begitu ramai diminati orang? Menurutnya komposisi tiap adonan martabaknya selalu dibuat kaya rasa. Tapi, keahlian  itu tentu saja tidak serta-merta dikuasainya. Dulu, ia mulai belajar dengan bekerja pada orang lain.
Ingin lebih berkembang lagi, Suyatmo lantas memberanikan diri membuka usaha martabak sendiri hanya dengan istrinya.
Konsisten dengan rasa, kini ia sukses menjadi pengusaha martabak yang tidak hanya dikenal di Purwodadi saja, akan tetapi juga terkenal di luar kota. Meski masih menggunakan gerobak, namun hal itu tak pernah mematahkan semangatnya. Sebaliknya, ia makin terdorong untuk meraih omset tinggi agar impiannya mempunyai kios sendiri segera terwujud.
Dengan nama dagang “Surya”, Suyatmo berharap usahanya ini bisa bersinar terus. Harapan ini tampaknya sedikit demi sedikit mulai terbukti dengan eksistensinya yang tidak hanya dikenal di sekitar Puwodadi saja, tapi sudah merambah sampai luar kota seperti Kudus, Semarang, Demak, Cepu. Sesekali, ia bahkan tak ragu mengusung dagangannya sampai ke Jombang, seperti pada acara Haul Kyai Ahmad Sanusi 6 bulan lalu.
Tertarik mengikuti jejak bisnis Suyatmo? Pria paruh baya ini membuka lebar-lebar kesempatan berbagi resep dan tips berdagangnya. “Monggo kalau mau belajar membuat martabak datang ke alamat saya di Majenang RT 002 / RW 019, Kuripan Purwodadi Grobogan Jawa Tengah.”ungkapnya sangat welcome. “Saya ingin OPSHID bisa berwirausaha sendiri dan tentunya lebih mandiri untuk perjuangan Shiddiqiyyah,” harapnya.*