Belakangan ini beragam pupuk pertanian bermunculan. Kesuburan tanah yang senantiasa berkurang karena penanaman yang terus menerus telah mendorong adanya usaha untuk menjaga tingkat kesuburan tanah sekaligus meningkatkan hasil pertanian. Agar bisa membawa petani menikmati hasil yang lebih maksimal. Salah satunya seperti dilakukan H. M. Permono warga Shiddiqiyyah Purwodadi. Formula pupuk yang dibuatnya kini berhasil meningkatkan kesuburan tanah sehingga hasil panen bisa meningkat 61 persen.

Uji coba keberhasilan pupuk ini diakui oleh sejumlah petani  yang menggunakan pupuk buatan Permono itu . Karno (50) salah satunya, sebelumnya ia  menggunakan pupuk kimia dan obat-obatan untuk sawah ¼ bau miliknya, keseluruhan untuk  obat-obatan itu dikeluarkan biaya sejumlah  Rp 507ribu dan  hasil panennya mencapai 1,5 ton. Kemudian ia mencoba lagi tetap menggunakan obat-obatan seperti sebelumnya dengan luas lahan yang sama ¼ bau, tapi didasari dulu dengan pupuk buatan Permono, total  jumlah biaya Rp 632 ribu tapi hasil panennya meningkat dua kali lipat. Yakni 2,5 ton.

Karno menyimpulkan, penggunaan pupuk buatan pria 65 tahun asal grobogan itu biayanya bisa tambah Rp 125ribu, sedang hasil panen mengingkat menjadi 66,6 persen. Mutu tanaman lebih bagus warnanya dan beratnya. Untuk padi, kacang hijau jagung dan tanaman lainnya panen dapat meningkat 20 sampai 50 persen, kadang lebih tergantung kondisi sawah masing-masing.

Tak hanya Karno, kejadian yang sama juga diakui oleh seorang Kepala Desa Rejosari Grobogan Ngatimin, ia membuktikan sesudah menggunakan enam botol pupuk cair itu hasil panen naik tak tanggung-tanggung, sampai 10,5 ton. Hasil uji coba menggunakan pupuk bermerk akhiran TOP ini, Kepala Desa dan para petani sekitar Grobogan menyatakan jika tanaman padi daun memas, anak padi bertambah banyak, bulir padi tambah panjang/landung, isi lebih padat. Dapat meningkatkan hasil panen semua tanaman: kacang hijau, gambas, terong, lombok, bawang merah, melon, jagung, kacang tanah, kelapa, pisang DLL. Bahkan pernyataan ini berani mereka tulis diatas materai.

Permono, lelaki yang berpendidikan akhir D2 itu awalnya adalah Pegawai Negeri Sipil, setelah pensiun pada tahun 2002 lalu ia tertarik mencoba terjun di bidang pertanian. Ia menanam padi di sebuah pot yang tanahnya telah diberi pupuk organik hasil fermentasi buatannya sendiri. Ternyata hasilnya bagus. Pupuk itu lalu dibawa ke laboratorium dan terlihat unsur mikroba, sulfur dan kandungan lainnya yang diperlukan untuk kesuburan tanah sangat baik.

Kini Setelah lolos uji laboratorium dan dibuktikan selama 8 tahun oleh petani sekitar, pupuk buatan Permono sudah dipasarkan secara luas dan  telah diberi merk. Pemasaran saat ini dimulai dari pelayanan keagenan di beberapa daerah. Anda tertarik dan ingin mencobanya?